Tentang Bertahan Saat Hidup Tidak Memberi Jawaban
Tentang bertahan saat hidup tak memberi jawaban. Saat lelah datang, proses tetap berjalan. Jangan menyerah, karena makna lahir dari kesabaran.
BISNISHEADLINE
M. Aditya Prabowo
1/24/20261 min read


Lewat tulisan ini, aku ingin berbicara jujur bukan sebagai seseorang yang selalu kuat, tetapi sebagai manusia yang pernah lelah, ragu, dan hampir menyerah. Ada masa dalam hidup ketika kita sudah berusaha sekuat mungkin, tetapi hasilnya tidak kunjung terlihat. Kita berjalan, tapi seolah tidak bergerak ke mana-mana.
Aku percaya, banyak dari kita pernah berada di titik itu. Titik ketika usaha terasa tidak dihargai, ketika doa-doa terasa menggantung, dan ketika semangat perlahan terkikis oleh pertanyaan: “Sampai kapan harus bertahan?”
Yang sering membuat kita ingin berhenti bukan karena kita tidak sanggup, melainkan karena kita merasa sendirian. Tidak ada yang melihat proses kita. Tidak ada yang benar-benar memahami betapa berat langkah yang kita jalani setiap hari. Namun justru di situlah aku belajar satu hal penting: hidup tidak selalu memberi tepuk tangan di tengah proses, tapi bukan berarti proses itu tidak berarti.
Aku juga belajar bahwa membandingkan diri dengan orang lain hanya akan menambah luka. Kita melihat orang lain melangkah lebih cepat, lebih mudah, dan lebih berhasil, tanpa tahu perjuangan apa yang mereka lewati. Sementara kita lupa bahwa setiap orang punya waktu dan jalannya sendiri. Apa yang terlambat menurut kita, bisa jadi sedang tepat menurut Tuhan.
Kesabaran bukan tentang diam dan menunggu. Kesabaran adalah tetap melangkah meski hati lelah. Tetap berusaha meski tidak yakin dengan hasilnya. Tetap bangun setiap hari meski kemarin penuh kegagalan. Itu tidak mudah. Aku tahu. Tapi dari sanalah keteguhan lahir.
Lewat pesan ini, aku ingin mengatakan terutama untuk diriku sendiri dan siapa pun yang sedang membaca jangan berhenti hanya karena hari ini terasa berat. Jika langkahmu terasa lambat, itu tidak apa-apa. Jika kamu perlu berhenti sejenak untuk bernapas, itu juga tidak salah. Yang terpenting, jangan menyerah pada prosesmu sendiri.
Karena suatu hari nanti, ketika kamu menoleh ke belakang, kamu akan sadar bahwa masa-masa paling sulit itulah yang membentukmu menjadi pribadi yang lebih kuat. Dan saat itu tiba, kamu akan berterima kasih pada dirimu sendiri karena memilih bertahan, ketika menyerah terasa jauh lebih mudah.
