Tanya Jawab: Developer Pemula “Nakal” — Tinjauan Hukum dan Contoh Kasus Nyata
Artikel tanya jawab membahas developer pemula nakal, contoh kasus nyata, risiko hukum, dan langkah bijak konsumen agar terhindar dari kerugian.
BISNISHUKUMREAL ESTATE
M. Aditya Prabowo
1/14/20262 min read


Pertanyaan:
Assalamualaikum pagi Pak Adit. Menanggapi artikel Bapak di seruput kopi pagi ini, bagaimana jika developer pemula yang “nakal”? Sementara konsumen mengira proyek tersebut masih berjalan dengan normal.
Jawaban:
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
Pertanyaan ini sangat relevan, karena persoalan developer “nakal” tidak hanya menyangkut etika bisnis, tetapi juga aspek hukum yang serius.
Apa yang dimaksud developer pemula “nakal” secara hukum?
Dalam kacamata hukum, developer dapat dikategorikan bermasalah apabila melakukan:
Penjualan sebelum memenuhi syarat perizinan
Informasi menyesatkan terkait progres pembangunan
Wanprestasi (ingkar janji) terhadap perjanjian jual beli
Penggunaan dana konsumen tidak sesuai peruntukan
Walaupun masih pemula, status “baru” tidak menghapus tanggung jawab hukum.
Aturan hukum apa saja yang mengikat developer?
Beberapa regulasi penting yang mengikat developer antara lain:
Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UU No. 8 Tahun 1999)
Melarang pelaku usaha memberikan informasi yang tidak benar atau menyesatkan
Konsumen berhak atas kejelasan, keamanan, dan ganti rugi
Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata)
Pasal 1239 & 1243 terkait wanprestasi
Developer wajib memenuhi prestasi sesuai perjanjian
Peraturan tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman
Penjualan rumah harus memenuhi persyaratan administratif, teknis, dan yuridis
Pemasaran sebelum siap dapat dikenai sanksi administratif hingga pidana
Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB)
Menjadi alat bukti utama
Jika progres tidak sesuai, konsumen berhak menuntut pemenuhan atau pembatalan
Jika konsumen tidak tahu proyek bermasalah, apakah developer bisa dituntut?
Bisa.
Apabila terbukti developer:
Menyembunyikan fakta penting
Memberikan informasi palsu
Tetap menarik pembayaran saat proyek macet
Maka hal tersebut dapat dikategorikan sebagai:
Perbuatan melawan hukum
Penipuan atau penggelapan (jika unsur pidananya terpenuhi)
Konsumen dapat menempuh:
Jalur perdata (gugatan ganti rugi)
Jalur pidana (laporan ke aparat penegak hukum)
Penyelesaian melalui BPSK atau mediasi
Apa kewajiban hukum developer pemula yang seharusnya?
Secara hukum, developer wajib:
Transparan terhadap kondisi proyek
Tidak memasarkan proyek yang belum memenuhi syarat
Menggunakan dana konsumen sesuai peruntukan
Menyelesaikan pembangunan sesuai perjanjian
Ketidakmampuan secara finansial bukan alasan pembenar di mata hukum.
Apa yang perlu diwaspadai konsumen dari sisi hukum?
Konsumen sebaiknya:
Membaca PPJB secara teliti
Memastikan ada klausul sanksi keterlambatan
Menghindari transaksi tanpa akta atau bukti tertulis
Tidak tergiur harga murah tanpa kejelasan legalitas
Jika perlu, libatkan notaris atau penasihat hukum sebelum menandatangani perjanjian.
Kesimpulan
Developer pemula “nakal” bukan hanya masalah moral, tetapi berpotensi pelanggaran hukum. Hukum tidak membedakan developer lama atau baru yang dinilai adalah perbuatannya.
Bagi developer, kejujuran dan kepatuhan hukum adalah fondasi bisnis jangka panjang.
Bagi konsumen, pemahaman hukum adalah benteng perlindungan diri.
Semoga artikel ini menambah wawasan dan menjadi pengingat agar semua pihak lebih berhati-hati dan bertanggung jawab.
