Dari Sebuah Foto: Tentang Amanah, Ragu, dan Orang-Orang yang Menguatkan Kita

Sebuah foto mengingatkan tentang amanah, keraguan, dan proses bertumbuh bersama tim. Tentang melangkah meski takut, dan belajar percaya.

HEADLINESEJARAH

M. Aditya Prabowo

2/24/20262 min read

Waktu itu saya menjabat sebagai Ketua Umum DEPRINDO, ada satu foto yang setiap kali saya lihat, selalu membuat hati saya berhenti sejenak.
Bukan karena fotonya istimewa, tapi karena cerita di baliknya begitu dalam.

Di blog pribadi ini, saya ingin jujur menuliskan sebuah momen.
Sebuah momen yang mengajarkan saya tentang amanah, tentang keraguan, dan tentang betapa pentingnya berjalan bersama.

Saat itu, kami dipercaya oleh Universitas Andalas (UNAND) untuk menyelenggarakan Workshop Properti di Aula Pascasarjana UNAND, sekaligus melakukan penandatanganan PKS antara DEPRINDO dan UNAND.
Momen penandatanganan itu berlangsung pada 23–25 Mei 2025  hari-hari yang tidak akan saya lupakan.

Di luar, mungkin saya terlihat tenang.
Di dalam, saya sedang berperang dengan diri sendiri.

“Aditya, kamu yakin mampu?
Kamu yakin bisa memegang amanah sebesar ini?”

Pertanyaan itu terus berputar di kepala saya.
Bukan karena saya tidak ingin melangkah, tapi karena saya sadar: kepercayaan adalah tanggung jawab yang besar, dan tidak semua orang berani jujur mengakuinya berat.

Saya yakin, banyak dari kita pernah ada di titik ini.
Saat diberi kesempatan besar, tapi hati justru dipenuhi ragu.
Takut gagal. Takut mengecewakan. Takut tidak sekuat yang orang lain kira.

Namun hidup mengajarkan satu hal penting:
keberanian bukan berarti tidak takut, tapi tetap melangkah meski takut.

Prosesnya tidak selalu mudah. Ada lelah, ada tekanan, ada hal-hal yang tidak berjalan sesuai rencana.
Tapi kami memilih untuk terus berjalan. Pelan, mungkin. Tapi konsisten.

Dan di titik itu, saya semakin paham satu kebenaran sederhana:
sukses tidak pernah lahir dari perjuangan sendirian.

Saya dikelilingi oleh orang-orang luar biasa.
Pengurus DEPRINDO Wilayah Sumatera Barat menjadi kekuatan besar di balik terselenggaranya acara ini.
Ada kerja tim, ada saling menguatkan, ada saling mengingatkan saat mulai lelah.
Banyak dari mereka mungkin tidak terlihat di foto, tapi tanpa mereka, cerita ini tidak akan pernah ada.

Acara itu akhirnya terlaksana.
Bukan karena saya hebat, tapi karena kami memilih untuk berjalan bersama.

Foto ini mengingatkan saya:
bahwa proses sering kali jauh lebih berharga daripada hasil,
bahwa keraguan bisa dikalahkan oleh konsistensi,
dan bahwa amanah akan terasa lebih ringan ketika dipikul bersama.

Kalau hari ini kamu sedang ragu pada dirimu sendiri, sedang memikul tanggung jawab yang terasa berat,
atau sedang bertanya, “mampukah aku?”
percayalah, kamu tidak sendirian.

Teruslah melangkah, meski pelan.
Teruslah bertahan, meski lelah.
Dan jangan lupa, hargai orang-orang yang setia berjalan di sampingmu.

Kadang, yang kita butuhkan bukan keyakinan yang sempurna,
tapi keberanian untuk tetap melanjutkan perjalanan.